Tim Dosen UAD Mengimplementasikan Bel Sekolah Otomatis (BOSE) di SD Muhammadiyah Wonokromo 1
BANTUL, 23 April 2026 – Dalam upaya mendukung digitalisasi sekolah dan efisiensi operasional, tim pengabdian kepada masyarakat yang dipimpin oleh Barry Nur Setyanto, M.Pd., melaksanakan program bertajuk “Implementasi Aplikasi Bel Otomatis Sekolah (BOSE) untuk Sekolah Muhammadiyah di Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, Yogyakarta”. Program ini berlangsung secara intensif mulai Desember hingga Juli 2026 di SD Muhammadiyah Wonokromo 1.
Siaran pers yang diterima koranbernas.id Kamis (23/4/2026) menyebutkan, tim pakar yang terlibat dalam kolaborasi lintas disiplin ini terdiri dari Dr. Sukirman, M.Pd. (Magister Pendidikan), Purnawan, M.Pd. (Prodi PVTO), dibantu oleh 5 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika (PVTE).
Digitalisasi dan Efisiensi Energi
Sebelumnya, SD Muhammadiyah Wonokromo 1 mengandalkan perangkat PC yang memakan daya listrik besar untuk menjalankan aplikasi bel berbayar. Melalui program ini, tim mengenalkan aplikasi BOSE yang berbasis Android TV dan terkoneksi melalui jaringan Bluetooth ke perangkat kendali sakelar amplifier.
“Kami ingin menghadirkan solusi yang jauh lebih praktis dan hemat energi. Dengan mengintegrasikan sistem ke Android TV yang sudah ada, sekolah tidak lagi perlu menyalakan komputer seharian penuh hanya untuk fungsi bel,” ujar Barry Nur Setyanto dalam sesi pelatihan.

Penguatan Karakter AIK dan Kedisiplinan
Selain aspek teknis, program pengabdian ini memiliki kekhasan pada integrasi nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK). Para guru dan tenaga kependidikan diberikan pembinaan khusus mengenai aspek kedisiplinan yang berlandaskan identitas Muhammadiyah.
Dr. Sukirman menekankan bahwa teknologi hanyalah alat bantu, namun esensinya adalah membentuk budaya disiplin. “Ketepatan waktu yang diatur oleh aplikasi BOSE adalah manifestasi dari sifat amanah dan disiplin waktu, yang merupakan bagian dari akhlak karimah bagi seluruh warga sekolah,” tambahnya.
Pelatihan dan Pendampingan Berkelanjutan
Selama delapan bulan, tim memberikan pelatihan intensif mulai dari instalasi perangkat keras, operasional aplikasi, hingga penanganan kendala teknis secara mandiri. Keterlibatan mahasiswa PVTE dalam proyek ini juga menjadi ajang implementasi ilmu teknik elektronika langsung di lapangan.
Pihak sekolah, khususnya Kepala Sekolah Rahya, S.Pd.I., M.Pd., menyambut positif inovasi ini. Dengan adanya BOSE, jadwal pembelajaran, waktu shalat berjamaah, hingga pemutaran lagu-lagu identitas Muhammadiyah seperti Sang Surya kini dapat berjalan otomatis secara terjadwal tanpa risiko keterlambatan manusiawi.
Program ini diharapkan menjadi pilot project bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya di wilayah Kapanewon Pleret dalam mewujudkan sekolah yang modern, efektif, dan religius. (Ly)


